Sabtu, 30 Juli 2016

PENCEGAHAN,PEMBERANTASAN,PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA(P4GN) DI DESA PAKRAMAN TEGENAN

'Mengerikan' itulah yang terjadi di Indonesia sekarang tentang Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba bahkan presiden kita bilang sudah 'gila-gilaan' oleh karenanya penangannnya juga harus gila-gilaan dan sampai ke pelosok-pelosok desa karena dampaknya sangat dahsyat menghancurkan generasi  bangsa ini. oleh karenanya mari kita berantas narkoba sampai ke akar-akarnya agar generasi kita menjadi generasi yang cerdas dan berprestasi oleh karenanya  katakan TIDAK untuk NARKOBA demikian sepenggal sambutan yang disampaikan oleh ketua TIM P4GN Kabupaten Karangasem Pasek Yasa di Balai Desa Pakraman Tegenan pagi tadi. 
Wayan Suiji Klian Br.Adat Tegenan Kelod dalam pembukaannya menyampaikan ucapan selamat datang pada TIM Badan Narkoba Kabupaten (BNK) yang terdiri dari Diskominfo,Polres,Diskes,Disos,Kemen terian Agama dan Kesbanglinmas,para peserta yang mengikuti adalah Prejuru Desa Pakraman Tegenan,sege nap jajaran WHDI,Kelompok Pemangku dan Seka Teruna Werdi Sesana Br.Adat Tegenan Kelod dan Pengurus STT Br.Adat Tegenan Kaja, Acara yang dimulai pukul 10.00 Wita dan berakhir jam 14.30 Wita dengan suasana yang meriah karena diramaikan dengan lawakan bondres Rare Kual dari Buleleng.
Bendesa Desa Pakraman Tegenan Made Sedana dalam sambutannya mengatakan betapa pentingnya kegiatan sosialisasi P4GN ini terutama bagi kalangan generasi muda yang sangat rawan dan rentan terhadap gangguan narkoba,dengan adanya informasi ini masyarakat akan lebih tahu tentang P4GN sehingga dapat mencegah lebih dini terhadap bahaya narkoba dirumah (keluarga) maupun di masyarakat. atas nasai sambutan ma masyarakat Bendesa menyampaikan ucapan terimakasih pada Tim BNK.(manix)

PROGRAM PENATAAN TAMAN CETRA DESA PAKRAMAN TEGENAN



Desa Pakraman Tegenan dalam program kerjanya tahun 2016 dalam bidang palemahan focus pada penataan lingkungan,salah satunya adalah merubah wajah cetra yang selama ini ditumbuhi rumput gajah dan semak akan ditata menjadi “taman” sehingga tidak menyeramkan namun menyenangkan,mengingat tempat itu adalah tempat yang patut disucikan dan diindahkan karena sebagai tempat tinggal kita yang terakhir dan selamanya. Untuk mewujudkan program tersebut dalam paruman prejuru dipilih Mk.Manik Puspa Yoga (Klian Banjar Adat Tegenan Kelod) sebagai Ketua pelaksana sekaligus sebagai inisiator penataan cetra yang dituangkan dalam SK.Bendesa No.: 19 /DP.T/VI/2016.tanggal 26 Juni 2016,TENTANG PENETAPAN PANITIA PEMBANGUNAN BALE PESANEKAN DAN PENATAAN CETRA DESA PAKRAMAN TEGENAN,dengan susunan personil sebagai berikut:
No
Nama
Fungsi;
Jabatan
Tugas
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
I Made Sedana
I Wayan Suiji
I Ketut Simpen
I Made Gede Sujata
Jero Surya Darma
I Wyn.Kariana,S.Pd,S.Sos
I Komang Selahdana
STT.Werdi Sesana
STT Wijaya Kusuma
Ni Kd.Ririn Susanti,S.Pd
Desak Ayu Kerti
I Putu Sentana
I Wayan Samah
I Ketut Wana Yasa
I Putu Surata
I Made Mustana
I Wayan Sudi
I Wayan Sila Adnyana
I Wayan  Saba
I Made Nadi
Luh Meradi
Penanggung jawab
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Seksi Upakara
Seksi Penataan
Seksi Penataan
Seksi Penataan Taman
Seksi Penataan Taman
Seksi Penggalian Dana
Seksi Penggalian Dana Seksi Penggalian Dana
Seksi Penggalian Dana
Koord./Pgws.Pelaporan
Seksi Pengawasan
Seksi Pengawasan
Seksi Pengawasan
Seksi Pengawasan
Seksi Pengawasan
Seksi Pengawasan
Kasir LPD
Penanggungjawab kegiatan
Mengkordinasikan/pimpin kegiatan
Mengadministrasikan kegiatan
Memegang dan catat keuangan
Kordinasikan upakara dlm kegiatan.
Merancang penataan/grand design
Buat grand design & fungsinya
Ikut menata taman cetra dengan menanam tanaman bungan/rumput
Mengumpulkan dana punia dari krama pengguna cetra, mengedarkan lis,mencatat,mengumumkan/membuat benner sehingga terpublikasikan.
Membuat LPJ dan koordinir dlm.pgws
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan pemenang tender,menegur/memberi saran apabila menyimpang dari bestek
s-d-a
s-d-a
s-d-a 
Penampung dana di Rek.LPD.

Sebelum melaksanakan kegiatan langkah-langkah yang dilakukan panitia antara lain ‘matur piuning’ di Pura Dalem Putra pada tgl 4 Juli 2016 agenda selanjutnya adalah :
1.7 Juli 2016 acara gotong royong membersihkan cetra sekaligus
              sosialisasi program pada krama
2.13 juli 2016 Memindahkan patung di gedong lama ke gedong baru
               di Rajapati sekaligus membongkar gedong lama dan
               menata tamannya serta sosialisasi di Dalem Suci
3.16 Juli 2016 Pelelangan/tender bangunan senilai Rp.1.500.000/m
               dan tembok Rp.700.000/m yang dimenangkan oleh
               Guru Wayan Megeng
4.23 Juli 2016 Rapat pemantapan program bersama Perbekel/Tim
               perumus kedesaan bersama prejuru dan mahasiswa
               KKN Unud di Balai Banjar Tegenan
5.24 Juli 2016 Gotong royong bersama Krama,LPM dlm bulan bakti
               gotong royong,KKN serta sosialisasi penggalian
               dana punia per kepala minimal Rp.10.000,-
6.26 Juli 2016 Nasarin tembok depan cetra/di margi tiga
7.30 Juli 2016 Rapat Panitia sekaligus perumusan penataan design
               taman dengan konsep “Cetra gandamayu” nganutin
               karang awak.
8.03 Agst.2016 Nasarin pembangunan Bale Pesanekan 3,5 x 11 m
9.07 Agst.2016 Gotong royong pembersihan dan pemetaan taman ber
               sama krama yang dikordinasikan oleh panitia.
10.14 Agt.2016 Penanaman taman oleh STT

Dari kegiatan tersebut dana yang dibutuhkan sekitar Rp.125.000.000,-  Yang bersumber dari BKK Provinsi Bali tahun 2016 Rp.68.000.000,- dana pengelolaan Cetra oleh Jero Surya Darma Rp.2.000.000,-,Punia dari krama Rp.14.500.000,Kas Desa pakraman Rp.30.000.000,- dan kekurangannya diharapkan partisipasi krama yang mapan/punya usaha harapan Mk Made Sedana selaku Bendesa dan Mk.Wayan Sudiana sebagai Ketua Kerta Desa serta ajakan Mk.Wayan Kunci Wirawan sebagai Klian Banjar Adat Tegenan Kaler.
     Demikian rangkaian acara kegiatan penataan dan diharapkan selesai sekitar bulan Oktober bisa dilaksanakan pemlaspasan sekaligus diserah terimakan kepada krama selaku pemilik dan pemakai sekaligus pemelihara selanjutnya(by.Wull@n).

 Panitia ngaturang 'Piuning' di Pura Dalem

 Krama gotong royong di cetra
 Ketua Panitia mensosialisasikan program pada krama
 Pengukuran lokasi untuk pengkaplingan taman cetra (Cetra Rare,Cetra Bajang,Cetra Salupati,Cetra Tua,Cetra Suci,Karang Suci (ngaben) dan taman cetra.
 Foto bersama LPM dan tim Penggagas kedesaan.

Senin, 07 Maret 2016

Makna Sanggah Cucuk dan Prosesi Tawur Kesanga di Desa Pakraman Tegenan



Dalam rangka menyongsong pergantian Tahun Caka 1938 ,Prejuru Desa Pakraman Tegenan yang dipimpin oleh Jero Bendesa Mangku Made Sedana,mengadakan rembug di Balai Banjar Tegenan dari jam 15  s/d 19.00 Wita kemarin Minggu,6 Maret 2016. pada kesempatan itu Bendesa memaparkan hasil rapat koordinasi dikecamatan sebagai intruksi Camat hendaknya ditindak lanjuti dan di laksanakan di lapangan antara lain :
1.Bidang Ketertiban Umum meliputi; keamanan pelaksanaan Nyepi tidak perlu pecalang lalu lalang cukup 
   pada posnya masing-masing dan memantau bila ada pelanggaran ditegur secara persuasip agar tidak 
   menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
2.Barang/bahan bangunan yang diturunkan dijalan raya harus sudah bersihdalam waktu 1x24 jam
3.Masyarakat yang membangun dekat jalan raya supaya tidak menggunakan/lewat dari batas jalan/got.
4.Perbatasan Desa Pakraman akan ditertibkan dengan pembahasan bersama Desa Pakraman bersandingan.
5.Pelaksanaan Ngerupuk yang dilaksanakan di DP Tegenan agar terlaksana dengan baik dan tertib sesuai 
   ajaran agama yang dijabarkan lebih lanjut sebagai berikut:
             Sanggah cucuk berasal dari kata; sanggah = penyanggah/menopang, dan cucuk yang berarti pemucuk. Jadi dapat diartikan sanggah cucuk ini adalah pertemuan antara penyangga dan pemucuk,  sanggah cucuk berbentuk segi tiga. Selain itu fungsi sanggah cucuk adalah sebagai upasaksi dari pelaksanaan ritual bhuta yadnya khususnya pecaruan
Dalam kaitannya dengan tawur agung kesanga, sanggah cucuk ini dipakai sebagai salah satu sarana upasaksi yang dipasang di samping lebuh atau sebelah kanan(dari dalam) pintu/kori  rumah.
Sedikit pengetahuan tentang tawur  kesanga, dapat dijelaskan bahwa tawur berasal dari kata nawur atau membayar (utang). Lalu kepada siapa kita membayar utang? Kepada para bhuta kala yang mana utang kepada bhuta kala dalam tri rna termasuk dalam utang kepada dewa rna. Dari utang kepada bhuta inilah perlu dilaksanakannya bhuta yadnya yang tujuannya adalah agar energi-energi negatif dari para bhuta kala tidak mengganggu umat manusia di dunia ini. Selain itu juga fungsi tawur ini agar para bhuta kala disucikan agar bisa menyatu (somya) dengan Sang Hyang Tunggal, maka dari itu pada mantram ngalukat bhuta disebutkan :
“Om lukat sira sang bhuta dengen masurupan sang kalika, lukat sang kalika masurupan ring bhatari durga, lukat bhatari durga masurupan ring bhatari uma, lukat bhatari uma masurupan ring bhatara guru, lukat bhatara guru masurupanring sang hyang tunggal, lukat sang hyang tunggal masurupan ring sang hyang sangkaning pa-

ran, apan sang hyang sangkaning paran rat kabeh siddha mawali paripurna. Om siddhir astu tat astu ya namah swaha”
Dikatakan tawur agung kesanga karena dilaksanakan serentak di seluruh daerah dan juga pada tilem caitra(sasih kesanga =9= angka tertinggi.) adalah tilem yang dianggap paling baik untuk melaksanakan bhuta yadnya.
Untuk pelaksanaan upacara tawur kesanga di Desa Pakraman Tegenan , dibagi menjadi tiga bagian sebagai haturan kepada Tri Mala Paksa, yaitu Bhuta Buchari, Kala Bhucari, dan Durgha Bhucari. Berikut penjelasannya ;
1.   Nunas Tirta dan Nasi Taur di catus Pata/Margi Catur dengan bakti sakesidan  jam 12.00
2.   Jam 18.00 melaksanakan upacara Ngerupuk di rumah masing-masing bersama keluarga sbb.:
a.    Ngaturang bakti di Kemulan berupa pejati kalau bisa atau minimal rayunan putih kuning, ngunggahang tirta di Kemulan,di natar Merajan Kamulan ada sayut Byakala,Pemyak kala,Sesayut Lara Melaradan dan Prasista atau minimal ada sayut sudamala, dihaturkan segehan agung,nasi cacahan 11 tanding atau segehan manca warna, metabuh ditujukan kepada Sang Bhuta Bhucari, mantramnya :“Ih Bhuta Bhucari, manusan nira angaturaken segehan, iki tadah saji sira segehan cacahan 11 tanding, madaging beras, jinah paketengan pinaka pamogpog maka kirang nira aja nyengkalen waduan sira among maka jiwa pramana waduan sira. Wus amangan anginum lah ta sira pamantukan ring karang nguni soang-soang”(mantram menyesuaikan dengan bantennya)
b.   Di tengah natar pekarangan rumah dihaturkan segehan manca warna 9 tanding berisikan daging ayam brumbun , atau yang lebih sederhana 1 segehan berwarna 4 (arah timur putih, merah selatan, kuning barat, hitam utara) , tetabuhan arak & brem, toya anyar ditujukan kepada Sang Kala Bhucari, mantramnya :“Ih kala Bhucari, manusan nira angaturaken segehan, iki tadah saji sira segehan manca warna 9 tanding, madaging beras, jinah paketengan pinaka pamogpog maka kirang nira, aja nyengkalen waduan sira among maka jiwa pramana waduan sira. Wus amangan anginum lah ta sira pamantuka ring karang nguni soang-soang”(mantram menyesuaikan dengan persembahannya)
c.    Di lebuh rumah atau di pintu sebelah kanan pekarangan dipasang sanggah cucuk (dari dalam). Pada sanggah cucuk tersebut diletakkan peras daksina, ajuman, banten pedanan, tumpeng ketan, panyeneng dan rerasmen. Pada sanggah cucuk +sujang (diisi air, arak & tuak/brem) Haturan di sanggah cucuk tersebut ditujukan kepada Sang Durgha Bhucari.Di sor (bawah) sanggah cucuk diletakkan segehan manca warna 9 tanding, berisi daging ayam brumbun, tetabuhan arak & brem ditujukan kepada Sang Kala Raja & Sang Bhuta Raja. Selain itu juga dihaturkan segehan cacah 108 ulam jeroan mentah, segehan agung 1 tanding ditujukan kepada Sang Kala Bala & Sang Bhuta Bala. Atau lebih sederhana dihaturkan 1 segehan warna 9 sesuai dengan warga pangider dewata nawa sanga. Keempat Bhuta Kala yang dihaturkan segehan di bawah ini merupakan pengikut dari Bhatari Durgha.mantramnya :“Ih Durgha Bhucari, manusan nira angaturaken segehan, iki tadah saji sira segehan, madaging beras, jinah paketengan pinaka pamogpog maka kirang nira, aja nyengkalen waduan sira among maka jiwa pramana waduan sira. Wus amangan anginum lah ta sira pamantuka ring karang nguni soang-soang”
3.Usai ngaturang bakti dilanjutkan dengan mebuu/me-obor-obor serana prakpak,ketisang tirta taur,sebar nasi taur,kakap suna jangu,mesui,kulkul,sampat,sayut2(sekeluarga di natah rumah mesayut) dari merajan,keliling pekarangan 3 kali dan lebar di lebuh.
4.Mebakti/sembahyang bersama,Nunas Tirta lan wija di Sanggah/Merajan,malamnya persiapan nyanggra nyepi,besok pagi sebelum jam 06.00 sebaiknya melakukan sembahyang SURYA GRAHA  dengan banten wangi-wangian dan umbi-umbian(menurut Lontar Sundarigama) dan atau sakasidan (karena Nyepi pas Gerhana) laksanakan Catur Berata penyepian,upawasa,jangan sampai kita umat Hindu yang melanggar,bayangkan pemerintah sampai nutup bandara atau pelabuhan demi mengamankan Nyepi yang sudah dikenal dunia,sangat disayangkan sekali kalau kita sampai menodainya. Esok harinya,ngembak Gni menurut Kitab Sarasamuscaya dan Slokantara sangat baik melaksanakan Punia,mesuci laksana,meprasista dan menyucikan diri dengan mandi suci,karena alam dalam Sadasiti Mukha.
   Setelah itu esoknya saat Ngembak Gni lakukan Dharma Santi,silahturahmi,bermaaf-maafan sesama saudara,keluarga besar dan warga sekitar. Untuk tahun ini acara Darma Santi Desa Pakraman Tegenan dilaksanakan di Pura Dalem Putra jam 15.00 Wita yang akan di hadiri oleh Banjar Adat Tegenan Kelod, Prejuru Desa,WHDI,KWT,PKK,STT dan Para Pemangku dengan tema "Yudha Awidya Narottama,Punia bakti nitenin kasukertan pakraman"
  Mari kita maknai setiap upacara yang dilakukan dengan baik, karena dengan begitu setiap yadnya/demi yadnya kita laksanakan akan mengubah tata cara kita berpikir, berkata, dan perbuatan kita mengarah ke arah yang lebih baik(Manava Dharma Sastra III.97) . SWASTI ICAKA WARSA 1938,AMPURA MENAWI WENTEN IWANG,DUMOGI SAMI MANGGUH KENAK RAHAYU LAN DIRGAYUSA MEWASTU TEGENAN MANGGUH SANTHI JAGATITA.(Prejuru DesaPakraman Tegenan) by; ,E-mail: manix_gni@ yahoo.com/Mk.Manik Puspa Yoga.




Bendesa Desa PakramanTegenan Jero Mk.Made Sedana   
 Jero Mk.Wayan Sudiana (Ketua Kerta Desa)
r
Jero Wayan Degeng Ketua Peguyuban Pinandita Dharma Kerthi