Minggu, 13 April 2025

RSI GANA DI SUMBER KEHIDUPAN "KLEBUTAN BUKA"

Desa Adat Tegenan yang terletak dikaki Gunung Agung memiliki kekayaan alam berupa mata air yang cukup banyak antara lain mata air Grubug/Grobogan/Buka,Mata Air Giri Kusuma,Mata Air Lateng, 1,2 dan 3,Mata air Gambar,Mata air Bangol dan beberapa mata air kecil lainnya. Salah satu mata air yang disucikan sebagai pesucian Ida Bhetara Penataran Agung Besakih adalah mata air Buka yang debit airnya cukup besar yang dimanfaatkan mengairi Subak Lipang,Subak Rendang,sumber air PDAM,sumber bahan baku air kemasan Balian/PT.Bali Agung Waters,dimanfaatkan penduduk lokal untuk suplai penjualan air kepada truk tangki yang didistribusikan ke daerah pegunungan Kecamatan Rendang. Dari pemakai air tersebut hanya PT Bali Agung Waters yang memberi kontribusi kepada Desa Adat,Subak dan pemilik lahan yakni Pr.Dalem dan Pr.Manik Gni. Penggunaan terakhir oleh Desa Adat sebagai salah satu Bupda Desa Adat dengan memanfaatkan bendungan irigasi Arca sebagai wisata permandian yang memberi kontribusi positif terhadap pendapatan Desa Adat.

Melihat perkembangan wisata permandian Arca yang memberi kontribusi positif ,Bendesa Desa Adat Tegenan,atas petunjuk niskala menyelenggarakan upacara Rsi Gana disumber air pada hari Purnama Kedasa tanggal 12 April 2025 kemaren. Pada kesempatan tersebut I KEtut Wana Yasa selaku Bendesa menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini murni dari hasil pengelolaan permandian yang dibantu pelaksanaannya oleh krama Subak Lipang dan dihadiri oleh prejuru Desa Adat,para Klian Banjar Adat,Ketua Serati,Ketua Pakis,Ketua Paiketan Pemangku,Ketua Saba Desa dan Klian Subak Lipang serta Manajer Produksi PT Bali Agung Waters.

Upacara yang dipuput oleh Ida pandita Mpu Dharma Yoga Semadi dari Gria Pucaksari Pesaban yang rencananya dimulai pukul 16.00 namun mengalami keterlambatan karena diguyur hujan lebat dan acara baru dapat dimulai pukul 17.30 hingga selesai pukul 19.30. Karena tidak ada jaringan listrik penerangan hanya seadanya menggunakan lampu cash yang cukup temaram,usai acara krama langsung secepat kilat hilang meninggalkan lokasi. Walaupun jalan cukup becek dan licin Ida Sulinggih dapat melewati dengan aman sampai ditemat pemberangkatan.

Dengan dilaksanakan upacara ini harapannya kedepan agar usaha permandian ini semakin dikenal dan semakin ramai dan keselamatan pengunjung terkendali tidak ada kejadian yang tidak diinginkan dan dapat melaksanakan usaha dengan damai. Rencana kedepan tempat ini dikelola dengan baik dan transfaran yang sudah dikelola oleh tim dilengkapi dengan manajemen yang baik,hasilnya kami akan distribusikan dan akan dibuatkan aturan biar mendekati keadilan yakni ada persentase ke Pura Dalem dan Pr.Manik Gni sebagai pemilik lahan di sumber air/klebutan,kersentase ke Subak sebagai penghaci,biaya sewa lahan ke Km.Sari Merta dan Mangku Sulandri,biaya oprasional dan hasilnya kami distribusikan ke Pura Kahyangan Tiga dan Kahyangan Desa dalam bentuk punia pada saat upacara piodalan untuk meringankan beban pengemong pura,kalau sudah berkembang tidak menutup kemungkinan untuk mendukung program Desa Adat lainnya seperti kegiatan sosial,pelestarian adat,budaya dan peningkatan kompetensi generasi muda, pungkas bendesa.

Sementara itu klian Subak Lipang I Wayan Megeng dan I Wayan Suiji Klian Banjar Adat Tegenan Kelod  mengamini rencana bendesa,hal ini penting direncanakan secara matang buat aturan lembaga pengelola,struktur organisasinya,SOP keuangan dan sampai kepada para pihak yang punya andil terhadap kegiatan usaha tersebut utamanya pemilik lahan. Itu tidak cukup, juga harus ada sosialisasi kepada warga desa adat agar tidak tercipta narasi yang simpang siur,karena usaha sudah jadi banyak orang yang melirik,kalau saat merintis biasanya mereka tidak peduli,kalau sudah jalan dan kelihatan hasilnya mata mata akan mulai melirik bahkan dengan persepsinya masing-masing,ujar para klian. (manixs)

Krama subak saat sebelum acara dimulai

Persiapan bakti oleh serati

Ida PAndita Mpu Dharma Yoga Semadi saat muput.

Banten Rsi gana
Sebelum sulinggih datang sudah diguyur hujan cukup lebat
padahal jam duaan sampai jamtigaan cuaca cukup bersahabat

Saat upacara berlangsung diguyur hujan