Bulan Basa Bali ke VI di Desa Adat Tegenan tahun 2024 mengambil sub tema "melarapan nelebang basa,aksara lan sastra Bali,ngiring tincapang jati angga krama Desa Adat Tegenan" dari tema provinsi Bali yakni "Jana Kerthi Dharma Nuraga" yang artinya Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali,sebagai sumber kebenaran,kebijaksanaan dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri krama Bali. Hal itulah yang kami terjemahkan dalam implementasi festival dan wimbakara atau lomba yang melibatkan kalangan tokoh agama seperti pemangku,klian dadia,ibu-ibu yang tergabung dalam paiketan-paiketan/seka-seka yang ada di Desa Adat Tegenan seperti Pakis yang diketuai oleh Ni Kadek Ririn Susanti,yang juga penyarikan Desa Adat,Ketua KWT Ni Made Darmiani,Serati ketuanya Ni Made KArmiasih,PKK yang diketuai oleh gek Risna,juga terlibat Seka Teruna di kedua banjar termasuk anak-anak Sekolah Dasar. ujar ketua panitia I Wayan Suiji.
Suiji selanjutnya menyampaikan bahwa kegiatan bulan bahasa meliputi festival nyalin aksara bali ke lontar oleh para pemangku sewilayah desa adat Tegenan,Nyurat aksara bali yang diikuti oleh anak-anak kelas V dan VI SD,wimbakara nguncarang puja trisandya dari anak anak SMP,LCC adat,agama dan seni budaya diikuti oleh seka teruna Banjar Kelod lan Kaler,Pidarta basa Bali oleh utusan masing masing dadia serta mesatua bali oleh perwakilan dari lembaga perempuan se desa aadat Tegenan,dimana sebelum acara puncak diadakan pembinaan kepada semua lembaga yang ada khususnya seka teruna dan paiketan istri, pungkasnya.
Sementara itu Bendesa Desa Adat Tegenan I Ketut Wana Yasa dalam sambutan pembukaan bulan bahasa bali menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak khususnya peserta dan panitia yang telah berupaya melaksanakan tugasnya sehingga acara ini dapat berlangsung. Kegiatan ini adalah agenda rutin yang wajib dilaksanakan dimasing masing Desa Adat sebagai implementasi dari intruksi gubernur bali sesuai tema kali ini Jana Kerthi Dharma Nuraga yang intinya,bagaimana kita belajar memuliakan bahasa,aksara dan sastra bali kita sehingga dapat meningkatkan jati diri warga bali khususnya di desa adat Tegenan. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri dari penyuluh bahasa Bali kedesaan Menanga,bu desak,ketua paiketan pinandita dharma kerti Jero Gede Krisnadana,dari Kerta Desa Jero Mangku Sudiastawa,perwakilan prejuru desa Adat Ni KAdek Ririn Susanti,Perwakilan perempuan Kadek Darmiani,dari tokoh pendidik kadek Herniati,Wayan Murtini dan Wayan Surasmi, Klian Desa Karang Km.Gunama ,perwakilan tokoh seni Jero Dalang Sujata dan perwakilan pimpinan Banjar Adat Mk,.Manik Puspayoga. Beliau beliau itu sudah paham dibidangnya,kami dari Desa adat melibatkan tenaga-tenaga kompeten yang ada di desa,kami percaya mereka bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing,juga mengingat terbatasnya anggaran yang ada,untuk itu mereka semua kita harapkan bisa ngayah demi desanya.ucap bendesa.
akhir kegiatan yang menjadi pemenangnya adalah
1.Festival nyalin aksara bali pemenangnya: Jero Dalang Sujata,Mk.Sura dan Mk.Punia
2.Nyurat Aksara Bali :
3.Nguncarang Puja Tri Sandya: kelompok
4.Pidarta BAsa Bali : I Gde Suarnata,I Made Mustapa dan Mk.Sudiastawa.
5.Mesatua Bali : Ni Waya Kurniawati,Ni Made Wari Handayani dan Ni KAdek KAriani.
6.LCC.: kelompok B,C dan A serta D juara harapan.
Acara ditutup dengan penyerahan piagam dan hadiah uang tunai kepada masing-masing pemenang lomba.(manixs).









