Senin, 19 Februari 2024

BULAN BASA BALI VI 2024 DESA ADAT TEGENAN

Bulan  Basa Bali ke VI di Desa Adat Tegenan tahun 2024 mengambil sub tema "melarapan nelebang basa,aksara lan sastra Bali,ngiring tincapang jati angga krama Desa Adat Tegenan" dari tema provinsi Bali yakni "Jana Kerthi Dharma Nuraga" yang artinya Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali,sebagai sumber kebenaran,kebijaksanaan dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri krama Bali. Hal itulah yang kami terjemahkan dalam implementasi festival dan wimbakara atau lomba yang melibatkan kalangan tokoh agama seperti pemangku,klian dadia,ibu-ibu yang tergabung dalam paiketan-paiketan/seka-seka yang ada di Desa Adat Tegenan seperti Pakis yang diketuai oleh Ni Kadek Ririn Susanti,yang juga penyarikan Desa Adat,Ketua KWT Ni Made Darmiani,Serati ketuanya Ni Made KArmiasih,PKK yang diketuai oleh gek Risna,juga terlibat Seka Teruna di kedua banjar termasuk anak-anak Sekolah Dasar. ujar ketua panitia I Wayan Suiji.

Suiji selanjutnya menyampaikan bahwa kegiatan bulan bahasa meliputi festival nyalin aksara bali ke lontar oleh para pemangku sewilayah desa adat Tegenan,Nyurat aksara bali yang diikuti oleh anak-anak kelas V dan VI SD,wimbakara nguncarang puja trisandya dari anak anak SMP,LCC adat,agama dan seni budaya diikuti oleh seka teruna Banjar Kelod lan Kaler,Pidarta basa Bali oleh utusan masing masing dadia serta mesatua bali oleh perwakilan dari lembaga perempuan se desa aadat Tegenan,dimana sebelum acara puncak diadakan pembinaan kepada semua lembaga yang ada khususnya seka teruna dan paiketan istri, pungkasnya.

Sementara itu Bendesa Desa Adat Tegenan I Ketut Wana Yasa dalam sambutan pembukaan bulan bahasa bali menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak khususnya peserta dan panitia yang telah berupaya melaksanakan tugasnya sehingga acara ini dapat berlangsung. Kegiatan ini adalah agenda rutin yang wajib dilaksanakan dimasing masing Desa Adat sebagai implementasi dari intruksi gubernur bali sesuai tema kali ini Jana Kerthi Dharma Nuraga yang intinya,bagaimana kita belajar memuliakan bahasa,aksara dan sastra bali kita sehingga dapat meningkatkan jati diri warga bali khususnya di desa adat Tegenan. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri dari penyuluh bahasa Bali kedesaan Menanga,bu desak,ketua paiketan pinandita dharma kerti Jero Gede Krisnadana,dari Kerta Desa Jero Mangku Sudiastawa,perwakilan prejuru desa Adat Ni KAdek Ririn Susanti,Perwakilan perempuan Kadek Darmiani,dari tokoh pendidik kadek Herniati,Wayan Murtini dan Wayan Surasmi, Klian Desa Karang Km.Gunama ,perwakilan tokoh seni Jero Dalang Sujata dan perwakilan pimpinan Banjar Adat Mk,.Manik Puspayoga. Beliau beliau itu sudah paham dibidangnya,kami dari Desa adat melibatkan tenaga-tenaga kompeten yang ada di desa,kami percaya mereka bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing,juga mengingat terbatasnya anggaran yang ada,untuk itu mereka semua kita harapkan bisa ngayah demi desanya.ucap bendesa.

akhir kegiatan yang menjadi pemenangnya adalah

1.Festival nyalin aksara bali pemenangnya: Jero Dalang Sujata,Mk.Sura dan Mk.Punia

2.Nyurat Aksara Bali :

3.Nguncarang Puja Tri Sandya: kelompok

4.Pidarta BAsa Bali : I Gde Suarnata,I Made Mustapa dan Mk.Sudiastawa.

5.Mesatua Bali : Ni Waya Kurniawati,Ni Made Wari Handayani dan Ni KAdek KAriani.

6.LCC.: kelompok B,C dan A serta D juara harapan.

Acara ditutup dengan penyerahan piagam dan hadiah uang tunai kepada masing-masing pemenang lomba.(manixs).

 
Spanduk Bulan Basa Bali VI Desa Adat Tegenan tahun 2024.

Penyerahan SK Panitia BBB ke VI oleh Bendesa kepada Ketua

 
Rapat akhir pelaksanaan BBB VI di Bale Desa sekaligus pembinaan kepada peserta lomba.

Peserta Nyrat Aksara Bali tingkat SD.

 
Salah satu peserta senior festipal nyalin aksara bali di lontar

 
Ugra Wakya Kadek Ririn Susanti
Peserta Nguncarang Puja Tri Sandya

Festival Nyalin aksara bali ke Lontar
Gde Suarnata Pidarta BAsa Bali duta Dadia Ibu Kanginan

Mesatua Bali duta Pakis








Senin, 12 Februari 2024

TATALAKSANA BULAN BASA BALI VI TAHUN 2024 DI DESA ADAT TEGENAN

 Setelah disepakati ketua panitia pelaksana bulan basa bali ke VI tahun 2024 di Desa Adat Tegenan pada rapat terdahulu,maka ketua panitia merancang kelengkapan personil kepanitiaan sebagai berikut:

NO

NAMA

JABATAN

KETERANGAN

1

Mk.Kadek Sedana

Penasehat

Mantan Bendesa

2

I Ketut Wana Yasa

Penanggungjawab

Bendesa

3

I Wayan Suiji

Ketua

Klian Banjar Adat Tegenan Kelod

4

Ni Kadek Darmini

Sekretaris

Ketua KWT Mekar Wangi

5

Ni Kd. Ririn Susanti

Bendahara

Ketua Pakis Dharma Patni DA. Tgn.

6

Ni Made Karmiasih

Seksi Upakara

Ketua Serati Sekar Wangi

7

Gek Risna

Seksi Konsumsi

Ketua PKK

8

I Wayan Wirawan

Seksi Konsumsi

Prejuru desa

10

I Komang Jana

Seksi Perlengkapan

Klian Banjar Adat Tegenan kaler

11

I Nyoman Selahdana

Seksi Perlengkapan

Penyarikan Br.Adat Tegenan Kelod

12

I Ketut Ridana

Seksi Dekorasi

Prejuru Manik Harum

13

I Made Mustapa

Seksi sound sistem

Klian Dadia Ibu Kawan

14

I Made Sandiarta

Seksi Keamanan

Pecalang

 

JURI I

Lomba/Festival:

JURI II

1

Ni Wayan Murtini

Festival Nyurat Aksara Bali

Ni Ketut Sarmini

2

Ni Wayan Surasmi

Nyurat Aksara Bali SD

I Komang Gunama

3

Penyuluh kedesaan

Pidarta Basa Bali

Ni Kadek Herniati

4

I Wayan Suiji

Mesatwa Bali

Dalang Sujata

5

I Made Agus Suciarta

Cerdas Cermat

Ni Kadek Ririn Susanti

6

Mk.Gde Krisnadana

Nguncarang Puja Tri Sandya

Mk Sudiastawa

 

 

 

 

Teman teman yang ditunjuk sebagai panitia seperti tersebut diatas, agar melaksanakan tugas bersama sama sehingga selesainya pertanggungjawaban,mari kita kerja bersama untuk mewujudkan Jana Kerthi  Dharma Sadhu Nuraga ujar Mk.Manik selaku ketua panitia.

Mengenai mekanisma kegiatan dapat kami sampaikan pada hari Kamis,15 Pebruari jam 15.00 kita undang peserta untuk teknikal meeting sekaligus sebagai pembinaan agar ada persiapan,kemudian pada hari Sabtu 17 Pebruari 2024 jam 14.00 Panitia mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran pelaksanaan Bulan basa Bali,lanjut hari Minggu 18 Pebruari 2024 mulai jam 08.00 kita adakan kegiatan bulan bahasa sebagai acara puncak,mulai dari regestrasi,pembukaan oleh Bendesa,kemudian lomba-lomba secara simultan yang diawali dengan Festival/Utsawa nyurat aksara bali oleh jero mangku paiketan Dharma Kerthi sekitar 20 menit,kemudian baru lomba-lomba,alat dibawa oleh peserta sedangkan bahan disediakan oleh panitia. peserta akan menyalin naskah yang disediakan panitia,kreteria dalam festival ini adalah bentuk tulisan,pasang pageh aksara,seninya dan lain-lain disini bukan dicari juara  karena bersifat memeriahkan,yang dicari adalah tulisan terpaporit. Kemudian baru dilanjutkan dengan wimbakara atau lomba-lomba seperti Nyurat aksara bali kreterianya hampir sama dengan festival tadi, tetapi disini dicari pemenang dari peserta yakni sisa-siswi kelas 6 SD,lanjut Pidarta Basa Bali yang akan diikuti oleh perwakilan masing-masaing dadia atau peserta indevenden,kriterianya adalah ekpresi/penampilan,pembukaan menyangkut penghormatan,isi atau pengolahan tema yang mencerminkan tema bulan basa bali yakni Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga yang artinya Bulan Basa Bali merupakan altar pemuliaan Bahasa,Aksara dan Sastra Bali sebagai sumber kebenaran,kebijaksanaan dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri Krama Bali,Penguasaan materi ,Bahasa/vokal,lafal/ucapan,diksi/pilihan kruna,,kalengutan wirama,,panggelan/jeda/intonasi,ungguhing basa bali,Penampilan meliputi wiraga,wirasa,semita,leliat,tata busana,kemudian kesimpulan sebagai ajakan atau nasehat kepada audien dan terakhir penutup. Selanjutnya mesatua Bali yang diikuti oleh lembaga perempuan seperti Pakis,Serati,PKK,KWT dan lainnya,kriterianya adalah hampir sama dengan pidarta seperti Penampilan mencakup wiraga,wirasa,semita,leliat/pandangan dan tata busana,kemudian Amanat yaitu piteket atau pesan-pesan yang berguna bagi pendengarnya,untuk waktu Pidarta dan Mesatua maksimal 12 menit.

Kemudian wimbakara berikutnya adalah Cerdas Cermat yang akan diikuti oleh seka teruna Banjar kaler dan Kelod,masing-masing grup berjumlah 3 orang(1 perempuan dua laki atau sebaliknya),kreterianya adalah ketepatan dan kecepatan menjawab pertanyaan ,soalnya terdiri dari isian dan pilihan ganda yang menyangkut adat,agama dan budaya sekitar Desa Adat Tegenan dan pengetahuan umum,pemenangnya adalah grup yang mendapat nilai tertinggi satu,dua dan tiga. Terakhir adalah lomba melantunkan puja tri sandya yang diikuti oleh peserta siswa SMP,kriterianya adalah penampilan (busana ke pura),Vokal, Intonasi, ketepatan mengucapkan kata/pengejaan,wirama,waktu maksimal 5 menit(menandakan kecepatan),posisi duduk,kelengkapan sarana,dll.

Kepada juri agar mempersiapkan kriteria penilaian seperti tersebut diatas dibuat blankonya masing-masing,panitia tinggal menerima nilai sesuai rekapan,segala sesuatu yang belum paham dibahas pada acara teknikal meeting,kepada peserta,juri dan panitia dimohon hadir tepat waktu. Demikian yang kami sampaikan untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya sesuai tupoksinya masing-masing,ujar ketua panitia (yanzhu)




Minggu, 11 Februari 2024

WUJUDKAN JANA KERTHI DENGAN DHARMA SADHU NURAGA

Bulan Bahasa Bali keenam mengusung tema Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga,diterjemahkan ke dalam 7 agenda, yakni festival(utsawa)/pagelaran Nyurat Aksara Bali di Lontar, Lomba(Wimbakara) Nyurat Aksara Bali peserta siswa SD,Wimbakara Pidarta Basa Bali diikuti oleh perwakilan masing-masing dadia dan atau lembaga-lembaga desa adat,Wimbakara mesatua bali diikuti oleh lembaga organisasi perempuan  se Desa Adat Tegenan, Cerdas cermat diikuti oleh seke teruna,Melantunkan Puja Tri Sandya diikuti oleh siswa SMP ,hal itu disepakati dalam rapat Prejuru dan ketua ketua lembaga kemasyarakatan se Desa Adat Tegenan.

Dalam paruman tersebut Klian Desa Adat Tegenan I Ketut Wana Yasa memaparkan agenda paruman terkait dengan penyusunan program kerja tahun 2024 dan 2025, yang paling mendesak adalah Persiapan pelaksnaan Bulan Basa Bali ke VI di Desa Adat Tegenan,karena sesuai Surat Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali Nomor : B.27.224/202/PPDA/DPMA tanggal 17 Januari 2024 prihal Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VI Tahun 2024 di Desa Adat. Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Desa Adat Ni Kadek Ririn Susanti,S.Pd. Dalam agenda tersebut ketua panitia terpilih Mangku Manik Puspa Yoga untuk melengkapi personil yang ada,sedangkan waktu pelaksanaan disepakati hari Minggu tanggal 18 Pebruari 2024 yang sehari sebelumnya dilaksanakan pembinaan sekaligus teknikal meting. Agenda keagamaan tahun 2024 adalah pelaksanaan taur kesanga yang diikuti dengan program rutin yaitu Ida Betara Gede Sakti tedun nodya caru kesanga,yang biasanya lunga ke Dalem Putra,tetapi untuk tahun ini cukup hingga di Catuspata karena di Dalem Putra sedang diadakan renovasi besar besaran sehingga lingkungan pura belum dipelaspas. Usulan pemangku pemongmong sekaligus Ketua Paiketan Pinandita Dharma Kerti Jero Gde Krisnadana menyampaikan acara nedunang Ida Bhetara ,memargi ke Catus Pata,dipendak kemudian barulah dilaksanakan taur dimana beliau juga mesolah sambil nodya caru. Kembali ke utara dicatuspata Tegenan Kaler juga katuran pecaruan barulah melinggih. Jero Mk Sudiastawa pemangku Pura Dalem Suci juga mengusulkan untuk kebersamaan dan rasa memiliki, agar ketika lunga agar dipundut oleh krama kelodan sedangkan saat mantuk dipundut oleh krama kaleran.ujarnya.

Hal lain yang dibahas adalah rancangan program kerja 2024 meliputi kegiatan oprasional,pemninaan, seka sebunan,Pesantian,Pesraman,upacara yadnya,nangiang Ratu Prajapati yang sedang proses, pembangunan senderan di cetra agar tidak tergerus dan renopasi samuan di Manik Harum yang sudah romok hingga perlu penanganan segera.

Sebelum rapat ditutup Mk Manik mengusulkan agar anggaran konsumsi rapat bisa diuangkan sesuai dengan daftar kehadiran,untuk memotivasi dan menghargai kehadiran prejuru kedepannya dan hal penting agenda utama kedepannya agar dibuat aturan-aturan seperti perarem bidang parhyangan, pawongan dan palemahan termasuk usaha desa,ujarnya. Mk.made.Sedana mantan bendesa juga menekankan agar pelestarian adat dan budaya terus dikembangkan,seperti mekidung atau pesantian dan lainnya,pada saat kelayu sekaran penting ada kidung,bagaimana caranya agar ada,pungkasnya.  (yanzhu).


Bendasa Adat I Ketut Wana Yasa saat memaparkan program.

Kegiatan rapat prejuru Desa