Desa Adat Tegenan yang terletak dikawasan suci Pura Besakih adalaah salah satu Desa Adat yang memi-liki kewajiban untuk ngiring Ida Bhetara Dalem Puri pada saat melasti dalam rangkaian upacara Purnama kedasa sehingga masuk dalam jajaran kelompok Desa Pregunung yang dilaksanakan oleh Desa Karang Desa Adat Tegenan. Desa Adat Tegenan dalam melaksanakan upacara keagamaan memiliki kaitan dengan Upacara Ngusaba Pura Dalem Puri yaitu nemonin penanggal ganjil(1,3,5,7) nemu kajeng pada sasih kepitu,kemudian setelah tiga harinya dilaksanakan upacara Ngusaba Dalem/Saba Pitra di Pura Dalem Suci yang dilaksanakan oleh Desa Seket sebagai pengempon dan Krama Desa Adat sebagai krama penyung-sung.
Dalam kaitan pelaksanaan upacara keagamaan ,tradisi adat dan Budaya dapat dikelompokan implementasinya sesuai Tri Hita Karana sebagai berikut.
I. Parhyangan
Hubungan Manusia dengan Tuhannya perlu dijaga secara harmoni dan terstruktur dalam implementasinya seperti pura kahyangan tiga,pura swagina/kahyanghan desa sesuai pengemponnya.
A.Kelompok Pura Kahyangan Tiga
1. Pura Puseh diempon oleh krama Desa Seket yang memiliki ayahan Desa sebagai cikal bakal Desa di ,,,,Tegenan,upacara piodalan sekaligus Ngusaba Nini dilaksanakan pada Purnama Kelima.
2. Pura Bale Agung,masih dalam satu areal Pura Puseh,sejak 2019 diempon oleh Krama Banjar Adat ,,,,Tegenan Kelod dan Kaler secara bergiliran setiap purnama Kapat. Sedangkan upacara Bhetara Turun ,,,,Kabeh dilaksanakan setiap 10 tahun sekali selesai upacara ngaben kinembulan/Desa Adat pada ekor ,,,,angka tahun 8 dan ekor tahun 9 dilaksanakan Turun Kabeh bersamaan menjelang Upacara Panca Bali ,,,,Krama di Besakih.
3. Pura Dalem Putra dan Prajapati pelaksanaan upacara piodalanya jatuh 6 bulan sekali hari Buda Wage Kelau namun dilaksanakan setiap tahun diselingi dengan upacara ngerainin di empon oleh Krama Banjar Adat Tegenan Kelod. Untuk upacara Praja Pati juga ada upacara yasa kerti tiap Purnama Kepitu diikuti oleh krama Desa Adat sambil nunas benang tridatu,Ida sesuhunan mesolah masupati benang , sedangkan pada saat piodalan Ida Bhetara ketuur ke Pr.Dalem ,biaya disubsidi dari Desa Adat.
B.Kelompok Pura Kahyangan Desa
1.Pura Dalem Suci dan Bhetara Gde Sakti diempon oleh krama banjar Adat Tegenan Kaler,piodalannya jatuh pada Buda Wage Ukir dan Buda Klion Pahang. Pura ini dulunya merupakan kahyangan tiga, namun karena adanya migrasi ke selatan dan membangun Dalem Putra dekat kuburan,sehingga pura ini menjadi Pura Kahyangan Desa sehingga disebut Dalem Suci.
2.Margi Tiga,upacara pecaruannya dilaksanakan setiap tilem kepitu dilaksanakan secara bergiliran oleh Banjar Adat Tegenan Kelod dan Kaja,biaya upakara disubsidi Desa Adat.
3.Pura Tulak Tanggul dilaksanakan oleh Banjar Adat Tegenan Kelod biaya disubsidi oleh Desa Adat sebagai stana Ratu Gde Sakti Tanggul Gumi yang berwujud Barong Bangkung sehingga pantang krama memelihara bangkung. Juga sebagai stana Ratu Lingsir Tanggul Gumi,Sanghyang Suratma, Jogormanik dan Cikrabala Upacara pekelingnya pada Sukra Umanis Ukir,piodalan bersamaan dengan Pura Dalem ,beliau dituur ke Dalem ngiring mesolah. Pada kajeng Klion Uudan sasih kenem ada upacara Caru mancasanak agung sebagai caru pemangkalan agung,krama mulai me masang sungga guling di batas desa dan dirumah masing-masing, dan nanceb sanggah cucuk di lebihnya ,setelah saat itu warga boleh melaku kan pecaruan di rumah masing masing kalau mecaru. Kalau melakukan upacara Pitra Yadnya,sebe- lum nyepugin wajib ngaturang pejati piuning di Sanghyang Suratma(mohon ijin).
4.Bale Patok sebagai stana Bhegawan penyarikan pekeling pada Tumpek Krulut dan ada kentongan Banjar,pada saat ada anak gadis diambil kawin keluar desa,wajib maturan pejati dan penepak suara 10 rontong beras (25kg). diuangkan.
5.Margi Catur sebagai stana Sanghyang Catur Bhuana dan disini tempat melaksanakan caru Kesanga dengan 9 ekor ayam dan 1 ekor sapi/godel tiap 5 tahun sekali pelawatan Ida Bhetara Dalem Suci, Tulak tanggul dan Prajapati tedun nodya caru habis ngaben tahun ekor 3 dan 8. diempon bergiliran krama banjar Kelod dan Kaja.
6.Pangkung Cinang upacaranya bersamaan dengan caru di Margi Tiga,waktu dan pengemponnya sama.
7.Pr.Pekandelan adalah sebagai benteng bagian utara sebagai stana Ratu Gde Sakti Pekandelan sebagai andel-andel jagat Tegenan dari tempo dulu,pelinggih ini dulu hancur karena letusan G.Agung 1963 dan baru kemudian tahun 2003 dibangun diatas tanah hak guna pakai atas nama I Komang Darma dengan konpensasi tidak sebagai saya dan tidak tedun mekemit. Upacara di pura ini pada tilem Diesta yakni upacara memungkah sebagai tanda dimulainya penggarapan tegalan yang diempon oleh Subak Abian Pucak Manik,sedangkan pada tilem kepitu dilaksanakan pecaruan eko sato oleh Desa Adat bersamaan dengan Caru Margi Tiga.
8.Tugu Pengadangan upacaranya dilaksanakan setahun sekali pada saat pelaksanaan caru Margi Tiga yang dilaksanakan Desa Adat.
9.Pura Manik Harum adalah pura lahyangan Desa yang termasuk kelompok Pura Swagina bagi para petani yang diempon oleh Krama Desa jangkepan dan didukung oleh Subak Lipang dan Subak gambar karena memiliki kepentingan yang sama bagi para petani. Upacaranya dilaksanakan pada Hari Jumat Umanis sasih Klau. Juga dilaksanakan upacara ngatag pada Sabtu Klion Wariga yang dikenal sebagai Tumpek Uduh atau Bubuh.
10.Pura Gua Gala Gala


.jpeg)