Desa Adat Tegenan dalam program peningkatan kapasitas yowana tahun anggaran 2024,menyeleng-garakan Pasraman Yowana yang bertema Melalui Pasraman Remaja Kita Ciptakan Generasi Muda Yang Berwawasan Luas dan Berkarakter Kearifan Lokal,didahului dengan perayaan hari ibu pada Minggu tanggal 22 Desember 2024 dengan mengambil tema "Ibu Sumber Kasih dan pengorbanan tiada Henti ". Berbagai lomba diadakan antara ibu-ibu Pakis Dharma Patni,Serati Sekar Wangi,KWT.Mekar Wangi dan PKK Br.Adat Tegenan Kaja,seperti ngulat tipat berjalan,nyuun sokasi, perebutan kursi,dll. Sedangkan Pasraman Yowana dimulai tanggal 26 Desember 2024 bertempat di Balai Desa Adat Tegenan mulai pukul 12.00 hingga-selesai tanggal 29 Desember 2024.Materi yang disajikan menyangkut agama seperti implementasi weda dalam beragama keseharian,adat budaya seperti praktek membuat banten dan olahan caru,juga ilmu belawa membuat olahan lawar masakan khas Bali lanjut dengan megibung ,Konektivitas Adat,Tradisi,Budaya dan Agama dari kementrian Agama Kabupaten Karangasem, bidang hukum seperti Undang-Undang Lalin,ITE dan Narkoba dari Polsek Rendang,juga materi etika dalam berfikir,berucap dan berbuat dalam komunitas sosial oleh ketua Pakis DA Tegenan.
Harapan kami dengan diselenggarakan pasraman dalam liburan anak anak sekolah bisa efektif mengisi waktu luang mereka agar tidak dimanfaatkan pada hal hal yang tidak berguna baik anak anak SD(kls VI),SMP,SMA/SMK dan Seka Teruna semuanya 81 peserta. Seka Teruna banyak keluar negeri bekerja untuk menambah luas pengalaman mereka,namun adat tradisi sebagai karakter kearifan lokal jangan diabaikan justru dipupuk demi lestarinya tradisi positif di desa kita. Mengenai sumber dana sebesar Rp.39 juta lebih berasal dari BKK TA 2024 Rp.10 juta,peningkatan seni budaya Rp.8,5 juta selebihnya dari dana punia masyarakat dan dana CSR beberapa perusaan dan KSP.Mekar Sari.ujar ketua panitia I Wayan Suiji.
Pasraman Yowana yang dibuka oleh Bendesa Alitan MDA Kecamatan Rendang I Komang Warsa, menyambut baik kegiatan ini karena sebagai salah satu tujuan pemerintah provinsi Bali yaitu melestarikan dan mengembangkan tradisi adat dan budaya Bali sebagai kearifan lokal dan tema ini sangat nyambung dengan tujuan tersebut,dimana generasi muda hindu hendaknya melek dan mempunyai wawasan yang luas mengglobal sesuai perkembangan peradaban zaman kekinian agar bisa bersaing di era global ini,silahkan mencari ilmu yang setinggi tingginya,berlayar dan bekerja sampai jauh kenegeri seberang namun jangan lupa dengan jati diri orang Bali khususnya orang/generasi Tegenan ini,nilai nilai luhur tradisi budaya adat yang diwariskan leluhur jangan sampai hancur bahkan punah gegara prialaku kita yang kemajuan. Dengan adanya pasraman ini apa yang menjadi tujuan penglingsir kita untuk mengingatkan,menanamkan nilai nilai luhur tradisi agar terekam dibenak adik adik sekalian sehingga bisa lestari sepanjang hayat,kalau tidak kita yang membanggakan,menjunjung dan melestarikan siapa lagi,kalianlah penerus kami,tegas Warsa.
Sementara itu I Ketut Wana Yasa selaku Bendesa sekaligus penanggungjawab kegiatan sangat berterimakasih atas kerja keras panitia untuk mewujudkan acara ini sehingga dapat berjalan lancar, kedepan kolaborasai yang lebih besar bisa dilakukan dengan penganggaran yang lebih proporsional. kegiatan kita hari ini cukup besar karena ada apresiasi kepada siswa berprestasi tingkat SD,SMP,SMA dan SMK,juga bantuan sembako kepada warga kurang mampu,lomba-lomba yang cukup banyak sehingga biaya tentu cukup besar,ujarnya
Dalam penutupan acara sekaligus perayaan menyambut tahun baru dimeriahkan oleh penampilan dari ibu ibu KWT,Pakis,Serati dan PKK dengan tari pendet,vokal grup,senam kreasi,lomba karaoke dan sangat menarik adalah drama tari dari komunitasa Rare Semara yang dikordinir oleh Rama Dwipayana menampilkan garapan perdana tentang kejadian tempo dulu di Tegenan sebuah kisah dengan judul Menaru Lina dengan penata laku I Wayan Surata,Naskah mk.Manik dan Dalang sekaligus penyusun skrip I Kadek rama Dwipayana dengan durasi 9 menit dengan sambutan hangat dari penonton kagum dengan kreasi dan karya Rama yang memukau ,walau masih duduk di SMK/Kokar. pementasan hiburan diakhiri dengan joged (manixs).


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar