Senin, 06 Oktober 2025

Penyusunan Perarem Ngusaba Tegen Dimatangkan, Jadi Acuan Sakral Desa Adat Tenganan

Proses pematangan penyusunan Perarem Ngusaba Desa atau yang lebih dikenal dengan Ngusaba Tegen, dilaksanakan pada Hari Minggu, 31 Agustus 2025 dengan cukup serius dan penuh pertimbangan. Perarem ini dirancang untuk menjadi pedoman resmi pelaksanaan upacara adat di Desa Adat Tenganan.

Konseptor sekaligus Ketua Panitia Penyusunan Perarem, I Wayan Suiji, memimpin penyusunan konsep yang pada awalnya diskusi cukup alot namun pada akhirnya mendapatkan kesepakatan sebesar 99 persen dari peserta rapat. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bendesa Adat, I Ketut Wana Yasa, yang menekankan pentingnya pematangan konsep perarem, mengingat perarem ini akan menjadi acuan resmi warga masyarakat dalam pelaksanaan Ngusaba Tegen ke depan dan akan resmi berlaku setelah disosialisasikan kepada warga/krama desa adat.

"Intinya, pelaksanaan upacara ini dipertanggungjawabkan oleh Desa Adat, namun secara teknis pelaksanaannya dilakukan bergiliran oleh dua Banjar Adat, yaitu Banjar Tegenan Kelod dan Banjar Tegenan Kaler," jelas Bendesa I Ketut Wana Yasa.

Perarem ini juga mengatur keterlibatan menyeluruh dari seluruh komponen masyarakat adat, mulai dari prejuru desa, banjar adat, lembaga adat seperti Paiketan Krama Istri, Serati, Pemangku, Seka Teruna, penari, hingga warga masyarakat. Partisipasi itu harus tampak, misalnya, dalam pembuatan penjor di lebuh masing-masing, sebagai bentuk bhakti dan simbol kekompakan warga dalam menyambut upacara.

Lebih lanjut, Bendesa menegaskan bahwa perarem ini harus memuat secara detail:

  • Nama dan jenis upakara,

  • Fungsi dan tujuannya,

  • Mekanisme pelaksanaan, serta

  • Pertanggungjawaban secara sekala dan niskala.

"Perarem ini harus kuat secara konsep dan rinci secara teknis, agar bisa menjadi warisan hukum adat yang mengikat dan dihormati lintas generasi," pungkas beliau.

Diharapkan setelah sosialisasi,kemudian di-update ulang,disusun,dijilid dan dicarikan tanda tangan hingga diketahui Bendesa Agung,MDA Provinsi Bali yang akan ditindaklanjuti oleh sekretaris panitia Ni Kadek Ririn Susanti.(manixs).
Koordinator penyusunan perarem I Wayan Suiji,saat memberikan konsepnya

Ketua Penyusunan perarem memberi tanggapan peserta rapat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar