Gatra Manikgni,15 Pebruari 2026,Desa Adat Tegenan kembali melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali ke-VIII pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di Bale Desa setempat. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WITA hingga 19.30 WITA.
Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan Surat Edaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat Provinsi Bali dan Surat Keputusan Bendesa Desa Adat Tegenan,dengan mengusung tema “Atma Kerti, Udyana Purnaning Jiwa.” Tema tersebut mengandung makna pemuliaan jiwa melalui pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan budaya yang adiluhung.
Beragam wimbakara (lomba) digelar dan diikuti oleh perwakilan sepuluh dadia se-Desa Adat Tegenan. Adapun jenis lomba yang diselenggarakan meliputi:
1. Lomba mewarnai gambar tingkat TK
2. Nyurat Aksara Bali tingkat SD
3. Nyurat di lontar tingkat SMP
4. Ngewacen Aksara Bali tingkat SMA/SMK
5. Mesatua Bali oleh ibu-ibu Pakis dadia
6. Pidarta Basa Bali oleh prejuru dadia
7. Lomba konten kreator oleh tim sekaa teruna masing-masing dadia
Kegiatan ini dilaporkan oleh Manggala Prawartaka/ketua panitia, I Wayan Suiji. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan krama yang telah memberikan sumbangan atau donasi berupa dana, di antaranya dari Permandian Lembah Arca, Telaga Surya Natural Pool & Riverside BALI, UD Laba Arta, Lereng Agung Restaurant, Andi Karya Contruction,UD.Sukma Tani,Kaung Bali,Kaa Store,Martha Telor,Cinang Tani,Ani Bali Shop dan lain-lain. Berkat dukungan tersebut, jenis lomba serta hadiah bagi para peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Juri atau tim penilai lomba menetapkan:
Juara Umum I: Dadia Ibu Kanginan (dengan perolehan 14 poin)
Juara II: Dadia Penataran (mendapat 7 poin)
Juara III: Dadia Puseh Kajanan (memenangkan 6 poin)
Sementara itu, Bendesa Adat Tegenan, I Ketut Wana Yasa, menyampaikan apresiasi kepada para klian dadia dan panitia yang telah bekerja keras sehingga acara dapat berjalan lancar dan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi melalui dana punia, serta memberikan penghargaan kepada dewan juri dan para peserta.
“Anak-anak muda Tegenan ternyata sangat berpotensi dan cukup antusias dalam pelestarian bahasa, sastra, dan aksara Bali, seperti keterampilan menulis di lontar,” ujarnya.
Koordinator bidang seni sekaligus ketua Pakis Desa Adat Tegenan juga bendahara panitia, Ni Kadek Ririn Susanti, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para peserta, khususnya anak-anak Sekaha Igel Citta Werdhi yang tampil percaya diri meskipun dengan kostum sederhana. Ia menilai keberanian mereka dalam menari, karaoke, dan berbagai penampilan lainnya sangat membanggakan.
Ia pun mengapresiasi ibu-ibu Pakis yang telah berani tampil maksimal. “Pokoknya mantap,” ujarnya penuh semangat.(manixs)



.jpeg)












.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar