Tegenan, 26 November 2025 — Desa Adat Tegenan kembali menggelar Pasraman Pesantian tahun anggaran 2025 dengan mengusung tema “Ngwangun Swara, Nguripang Budaya Gita Ulaṅgun Pinaka Premananing Dresta D.A. Tegenan.”,(mewujudkan kidung yang indah,menghidupkan budaya pesantian sebagai jiwa tradisi Desa Adat Tegenan) Kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya kidung, wirama, dan geguritan di kalangan ibu-ibu Pakis Dharma Patni, Seka Santi Gita Ulangun, serta Paiketan Serati Sekar Wangi Desa Adat Tegenan.
Pasraman yang diikuti oleh 60 peserta ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26,27 dan 28 November 2025, bertempat di Balai Desa,Desa Adat Tegenan. Hal itu diungkapkan oleh I Wayan Suiji dalam laporannya selaku ketua panitia pelaksana kegiatan, ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama semua pihak,baik peserta, narasumber, dan panitia.
Bendesa Adat Tegenan, I Ketut Wana Yasa, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pasraman sehingga berjalan sesuai rencana.
Pasraman secara resmi dibuka oleh Camat Rendang, Gde Sastraadi Wiguna, S.STP., MAP, dan turut disaksikan oleh Bendesa Alitan MDA Kecamatan Rendang, I Komang Warsa. Dalam sambutannya, Warsa mengungkapkan makna kehadiran para ibu dalam kegiatan seni pesantian sebagai bentuk penyempurna kehidupan.
“Hidup ini berjalan sempurna karena adanya tiga ibu(trining ibu): ibu rupaka yang melahirkan kita, ibu pertiwi yang memelihara kita, dan ibu saraswati yang memberi nutrisi pada pikiran sehingga kita bisa berucap dan bertindak,” ujar Warsa, yang juga dikenal sebagai penutur bahasa tingkat nasional.
Ia menambahkan bahwa mengikuti pasraman pesantian berarti mengisi diri dengan nilai-nilai Ibu Saraswati, karena pesantian adalah bagian dari panca gita yang membawa keteduhan dan kedamaian. “Bersuara halus dan santun adalah kedamaian, bernyanyi, metembang, mekidung adalah keindahan jiwa,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Rendang Gde Sastraadi Wiguna menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan para ibu tersebut.
“Tiyang salut kegiatan ini dapat dilaksanakan dan diikuti dengan antusias. Terima kasih sudah turut melestarikan seni budaya,” ujarnya. Ia juga mendorong agar kegiatan ini dipublikasikan melalui media sosial sebagai bagian dari pelestarian adat dan tradisi. “Kami dari kecamatan akan membagikan kegiatan ini di website Kecamatan Rendang,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya Pasraman Pesantian ini, masyarakat Desa Adat Tegenan diharapkan terus menjaga keberlanjutan warisan budaya leluhur melalui seni suara yang sarat makna dan nilai spiritual. (manixs)


.jpeg)






.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar